PERTAHANAN DAN
KEAMANAN NKRI HARGA MATI
Oleh : Dwi Nur Amalia
Indonesia
merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau yang menjadi satu negara kesatuan yaitu Negara Kesatuan Republik
Indonesia atau sering kita sebut sebagai NKRI. Indonesia berbatasan langsung
dengan negara-negara lain baik darat maupun laut. Untuk menjaga kedaulatan
negara Indonesia harus waspada dengan ancaman dari luar. Banyak ancaman bagi
kesatuan bangsa baik ancaman dari dalam maupun dari luar.
Pasal 25A UUD menentukan bahwa
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang
bercirikan Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan
dengan UU. NKRI dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi dibagi
atas kabupaten dan kota , yang tiap-tiap daerah memiliki daerah dan hak
mengatur dan mengurus sendiri berdasar asas otonomi dan tugas pembantuan.
(Soegito 2013:105)
Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki
wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun
laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung
dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste.
Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India,
Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia,
Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa
pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil.
Beberapa pulau kecil tersebut harus dijaga karena beberapa pulau tersebut
sempat dilrik bahkan diklaim oleh negara lain yang menjadi pertentangan panas.
Masalah perbatasan merupakan hal
yang serius untuk diperhatikan pemerintah Indonesia bahkan bangsa Indonesia.
Untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara Indonesia harus sangat
diperhatikan pula demi kedaulatan bangsa Indonesia ini. Namun, ironinya saya
pernah menonton sebuah acara televisi yang menayangkan bahwa di beberapa
perbatasan darat Indonesia, di wilayah Sumatra utara khususnya daerah Nunukan, salah
satu desa disana berbatasan langsung dengan negara bagian dari Malaysia dengan
batas sungai dan hutan di kanan kirinya. Di wilayah perbatasan Indonesia banyak
dijumpai barang atau produk malaysia dan ternyata setelah ditelusuri mereka
melakukan transaksi dengan cara orang Indonesia menyebrangi sungai tersebut
dengan menggunakan perahu motor dengan arus sungai yang sangat deras. Mereka
membeli barang di Malaysia, mereka beralasan bahwa harga produk Malaysia lebih
murah dibandingkan Indonesia yang membutuhkan biaya yang mahal dan banyak tahap
yang harus mereka lewati. Mereka keluar masuk negara lain pun tanpa menggunakan
passport dan penjagaan yang ketat. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius
bagi pemeritah untuk mengatasi masalah yang cukup serius tersebut karena warga
Indonesia belum mendapatkan pelyanan yang baik dari negaranya sendiri karena
NKRI adalah harga mati.
Selain faktor dari luar, ancaman
bisa juga datang dari dalam. Banyak munculnya gerakan separatisme di Indonesia.
Seperatisme adalah suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memiahkan
suatu masyarakat atau wilayah atau kelompok manusia(biasanya kelompok dengan
kesadaran nasioal yang tajam)dari satu sama lain (atau suatu negara lain).(Prihantoro
2011:10). Sebagai contoh adalah GAM ( Gerakan Aceh Merdeka), organisasi ini
mengancam kesatuan negara Republik Indonesia.
Dari kedua faktor tersebut
diharapkan untuk pemerintah maupun rakyat Indonesia untuk tetap ikut menjaga
Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena NKRI adalah harga mati.
Kesimpulan
Negara
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah perbatasan darat (kontinen)
dan perbatasan laut (maritim) berbatasan langsung dengan negara-negara lain.
Untuk itu Indonesia harus menjaga kedaulatannya demi persatuan Indonesia sesuai
dasar negara Indonesia sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia. Selain ancaman dari
dalam adapula ancaman dari luar seperti gerakan yang muncul di Indonesia yaitu
gerakan separatis. Oleh karena itu mari pemerintah maupun rakyat Indonesia bersama-sama menjaga
pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar