Pages

Rabu, 30 November 2016

ARTIKEL PANCASILA



PERKEMBANGANPANCASILA DAN REMAJA DI ERA GLOBALISASI
Oleh : Dwi Nur Amalia 
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia .Nama ini terdiri dari dua kata dari bahasa Sanksekerta yaitu panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Perkembangan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dimulai dari sejarah lahirnya Pancasila yang dimulai dari sidang BPUPKI yang pertama yaitu 29 Mei 1945 yang pada akhirnya disepakati gagasan dari Ir.Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang disampaikannya dan disetujui oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Setelah disetujui, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan gagasan yang dikemukakan oleh Ir.Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Panitia Sembilan merumuskan gagasan tersebut yang menghilangkan kata-kata pada sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syariat-syariat Islam” menjadi “ Ketuhanan Yang Maha Esa”  hal tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku,budaya dan terutama berbagai agama. Hal tersebut demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hasil kerja dari Panitia Sembilan ini menghasilkan Pancasila yang tercantum dalam Piagam Jakarta. Setelah melalui persidangan dan perumusan-perumusan,hal tersebut berhasil dirumuskan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Pancasila sebagai dasar negara merupakan sebuah pedoman bagi pemerintahan maupun masyarakat Indonesia dalam bertindak. Perkembangan Pancasila saat ini dapat dinilai sangat memprihatinkan terutama di kalangan remaja.Perkembangan Pancasila sebagai dasar negara dinilai sangat lambat dikalangan remaja. Hal ini dikarenakan pada era globalisasi saat ini, remaja-remaja di Indonesia banyak bahkan mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter Pancasila. Mereka lebih bangga dengan mengikuti pergaulan dan meniru budaya barat daripada bangga dengan budaya sendiri.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat di era globalisasi ini memudahkan pra remaja-remaja untuk mengakses perkembangan budaya barat yang sedang digemari ataupun sedang populer dikalangan remaja. Budaya barat yang masuk ke dalam Indonesia sangatlah bebas. Budaya barat yang masuk sangat disayankan karena tidak disertai dengan penyaringan budaya oleh para remaja. Mereka tidak memperhatikan dasar negara mereka dan mereka mungkin bahkan lupa akan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bagi bangsa Indonesia untuk bertindak maupun mengatur kehidupan masyarakat Indonesia yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.Sosial media yang berkembang dengan pesat membuat sarana bagi para remaja untuk mendapatkan informasi-informasi tentang budaya-budaya barat. Banyak remaja yang tidak dapat menyaring budaya yang masuk dari barat mereka bahkan mungkin lupa akan nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan Pancasila ataupun Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia dimulai sejak TK bahkan sampai perguruan tinggi. Mereka diajarkan tentang apa itu Pancasila, bagaimana untuk menjadi warga negara yang baik, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan bahkan mereka diajari untuk menghafal Pancasila.Namun, pada kenyataannya mereka hanya menghafal tanpa mengerti apa arti dari masing-masing sila dari Pancasila. Mereka tidak mengerti bagaimana cara mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Karakter nasionalisme,patriotisme yang harus ditanamkan dalam diri remaja sebagai generasi penerus bangsa pada era globalisasi saat ini sangat lemah. Selain kemajuan teknologi yang mempunyai pengaruh buruk pada remaja-remaja di Indonesia, pengaruh lingkungan juga berpengaruh dalam penanaman karakter dan nilai-nilai Pancasila. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dimiliki oleh remaja-remaja saat ini sebagai generasi penerus bangsa. Lngkungan selanjutnya adalah teman ataupun lingkungan bermain mereka, Selain itu adalah lingkungan sekolah.
Pengaruh perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap cara berpakaian kaum remaja Indonesia saat ini. Gaya berbusana kaum remaja saat ini yang meniru budaya barat sangat memprihatinkan, Mereka tidak lagi peduli terhadap jiwa bangsa Indonesia sesungguhnya. Mereka berpakaian layaknya orang-orang barat yang sebenarnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Gaya hidup mereka pun mulai meniru gaya barat.Pergaulan mereka pun sangat bebas.
Masalah tersebut memang sangat memprihatinkan, bagaimana bisa remaja sebagai generasi muda yang diharapkan para orang tua untuk menjaga Pancasila sebagai falsafah negara.Hal-hal tersebut yang menyebabkan perkembangan Pancasila sangat lambat di kalangan remaja Indonesia. Banyak dampak yang ditimbulkan dari masalah-masalah tersebut adalah remaja Indonesia cenderung individualis karena mereka lebih mementingkan teknologi yang mereka punya seperti gadget, smartphone yang menimbulkan dampak negatif bagi karakter bangsa Indonesia. Selain sifat individualisme, sifat konsumtifisme juga merupakan dampak dari gaya hidup remaja Indonesia saat ini yang mengarah pada budaya barat. Hal tersebut tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
            Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari penanaman nasionalisme dalam keluarga. Kemudian pelajaran yang disajikan dalam sekolah dari mulai TK sampai Perguruan Tinggi. Selan itu, lingkungan bermain yang baik juga akan berpengaruh terhadap karakter dari remaja Indonesia itu sendiri. Setelah memiliki kesadaran dan karakter yang baik dalam diri remaja Indonesia maka perkembangan Pancasila akan lebih berjalan baik.
            Remaja Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan oleh orangtua maupun masyarakat Indonesia untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dengan menjaga Pancasila sebagai falsafah negara Indonesia. Selain itu, remaja juga harus merealisasikan nilai-nilai yang terkandng dalam Pancasila. Remaja yang mengamalkan nilai Pancasila dengan baik maka akan tercipta bangsa yang berkarakter dan remaja tersebut akan menjadi remaja yang baik dalam berbangsa dan bernegara.

Kesimpulan
Perkembangan Pancasila di Indonesia terutama dikalangan remaja sangatlah memprihatinkan. Banyak remaja Indonesia yang terpengaruh oleh budaya barat yang tidak sesuai dengan karakter bangsa, yang tidak sesuai dengan karakter nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar dari negara Indonesia.Banyak faktor yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam jiwa remaja Indonesia diantaranya perkembangan teknologi yang semakin canggih, lingkungan pergaulan yang buruk dan gaya berbusana para remaja Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dari faktor-faktor tersebut menimbulkan dampak karakter bagi emaja ndonesia seperti individualis, konsumtif dan bahkan chauvinisme. Cara mengatasi masalah tersebut ialah dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini.
Saran
          Remaja merupakan generasi muda penerus bangsa yang diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pahlawan dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Namun, apabila karakter itu luntur maka sangat disayangkan bagi perkembangan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Remaja seharusnya memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan remaja berkarakter baik maka perkembangan Pancasila berjalan dengan baik. Dengan demikian pula negara akan berjalan dengan aman, tentram,nyaman dan damai. Bahkan apabila generasi muda memiliki karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara maju.