PERKEMBANGANPANCASILA
DAN REMAJA DI ERA GLOBALISASI
Oleh : Dwi Nur Amalia
Pancasila
adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia .Nama ini terdiri dari dua kata
dari bahasa Sanksekerta yaitu panca
berarti lima dan sila berarti prinsip
atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan
bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Perkembangan Pancasila sebagai dasar
negara Indonesia dimulai dari sejarah lahirnya Pancasila yang dimulai dari
sidang BPUPKI yang pertama yaitu 29 Mei 1945 yang pada akhirnya disepakati
gagasan dari Ir.Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang disampaikannya dan
disetujui oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
Setelah disetujui, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan gagasan
yang dikemukakan oleh Ir.Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Panitia Sembilan
merumuskan gagasan tersebut yang menghilangkan kata-kata pada sila pertama yang
berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa dengan
menjalankan syariat-syariat Islam” menjadi “ Ketuhanan Yang Maha Esa” hal
tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan bangsa Indonesia yang terdiri dari
berbagai suku,budaya dan terutama berbagai agama. Hal tersebut demi menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hasil kerja dari Panitia Sembilan ini
menghasilkan Pancasila yang tercantum dalam Piagam Jakarta. Setelah melalui
persidangan dan perumusan-perumusan,hal tersebut berhasil dirumuskan dalam
Undang-Undang Dasar 1945.
Pancasila
sebagai dasar negara merupakan sebuah pedoman bagi pemerintahan maupun
masyarakat Indonesia dalam bertindak. Perkembangan Pancasila saat ini dapat
dinilai sangat memprihatinkan terutama di kalangan remaja.Perkembangan
Pancasila sebagai dasar negara dinilai sangat lambat dikalangan remaja. Hal ini
dikarenakan pada era globalisasi saat ini, remaja-remaja di Indonesia banyak
bahkan mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan
nilai-nilai karakter Pancasila. Mereka lebih bangga dengan mengikuti pergaulan
dan meniru budaya barat daripada bangga dengan budaya sendiri.
Perkembangan
teknologi yang sangat cepat di era globalisasi ini memudahkan pra remaja-remaja
untuk mengakses perkembangan budaya barat yang sedang digemari ataupun sedang populer
dikalangan remaja. Budaya barat yang masuk ke dalam Indonesia sangatlah bebas.
Budaya barat yang masuk sangat disayankan karena tidak disertai dengan
penyaringan budaya oleh para remaja. Mereka tidak memperhatikan dasar negara
mereka dan mereka mungkin bahkan lupa akan nilai-nilai Pancasila sebagai
pedoman bagi bangsa Indonesia untuk bertindak maupun mengatur kehidupan
masyarakat Indonesia yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.Sosial media
yang berkembang dengan pesat membuat sarana bagi para remaja untuk mendapatkan
informasi-informasi tentang budaya-budaya barat. Banyak remaja yang tidak dapat
menyaring budaya yang masuk dari barat mereka bahkan mungkin lupa akan
nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan
Pancasila ataupun Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia dimulai sejak TK
bahkan sampai perguruan tinggi. Mereka diajarkan tentang apa itu Pancasila,
bagaimana untuk menjadi warga negara yang baik, mengamalkan nilai-nilai
Pancasila dan bahkan mereka diajari untuk menghafal Pancasila.Namun, pada
kenyataannya mereka hanya menghafal tanpa mengerti apa arti dari masing-masing
sila dari Pancasila. Mereka tidak mengerti bagaimana cara mengamalkan
nilai-nilai Pancasila.
Karakter
nasionalisme,patriotisme yang harus ditanamkan dalam diri remaja sebagai
generasi penerus bangsa pada era globalisasi saat ini sangat lemah. Selain
kemajuan teknologi yang mempunyai pengaruh buruk pada remaja-remaja di Indonesia,
pengaruh lingkungan juga berpengaruh dalam penanaman karakter dan nilai-nilai
Pancasila. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dalam
menanamkan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dimiliki oleh remaja-remaja
saat ini sebagai generasi penerus bangsa. Lngkungan selanjutnya adalah teman ataupun
lingkungan bermain mereka, Selain itu adalah lingkungan sekolah.
Pengaruh
perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap cara berpakaian kaum remaja
Indonesia saat ini. Gaya berbusana kaum remaja saat ini yang meniru budaya
barat sangat memprihatinkan, Mereka tidak lagi peduli terhadap jiwa bangsa
Indonesia sesungguhnya. Mereka berpakaian layaknya orang-orang barat yang
sebenarnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Gaya hidup mereka
pun mulai meniru gaya barat.Pergaulan mereka pun sangat bebas.
Masalah tersebut memang sangat
memprihatinkan, bagaimana bisa remaja sebagai generasi muda yang diharapkan
para orang tua untuk menjaga Pancasila sebagai falsafah negara.Hal-hal tersebut
yang menyebabkan perkembangan Pancasila sangat lambat di kalangan remaja
Indonesia. Banyak dampak yang ditimbulkan dari masalah-masalah tersebut adalah
remaja Indonesia cenderung individualis karena mereka lebih mementingkan
teknologi yang mereka punya seperti gadget, smartphone yang menimbulkan dampak
negatif bagi karakter bangsa Indonesia. Selain sifat individualisme, sifat
konsumtifisme juga merupakan dampak dari gaya hidup remaja Indonesia saat ini
yang mengarah pada budaya barat. Hal tersebut tidak sesuai dengan karakter
bangsa Indonesia dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Untuk
mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari
penanaman nasionalisme dalam keluarga. Kemudian pelajaran yang disajikan dalam
sekolah dari mulai TK sampai Perguruan Tinggi. Selan itu, lingkungan bermain
yang baik juga akan berpengaruh terhadap karakter dari remaja Indonesia itu
sendiri. Setelah memiliki kesadaran dan karakter yang baik dalam diri remaja
Indonesia maka perkembangan Pancasila akan lebih berjalan baik.
Remaja
Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan oleh
orangtua maupun masyarakat Indonesia untuk meneruskan perjuangan para pahlawan
dengan menjaga Pancasila sebagai falsafah negara Indonesia. Selain itu, remaja
juga harus merealisasikan nilai-nilai yang terkandng dalam Pancasila. Remaja
yang mengamalkan nilai Pancasila dengan baik maka akan tercipta bangsa yang
berkarakter dan remaja tersebut akan menjadi remaja yang baik dalam berbangsa
dan bernegara.
Kesimpulan
Perkembangan Pancasila di Indonesia
terutama dikalangan remaja sangatlah memprihatinkan. Banyak remaja Indonesia
yang terpengaruh oleh budaya barat yang tidak sesuai dengan karakter bangsa,
yang tidak sesuai dengan karakter nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar
dari negara Indonesia.Banyak faktor yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai
Pancasila dalam jiwa remaja Indonesia diantaranya perkembangan teknologi yang
semakin canggih, lingkungan pergaulan yang buruk dan gaya berbusana para remaja
Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dari faktor-faktor
tersebut menimbulkan dampak karakter bagi emaja ndonesia seperti individualis,
konsumtif dan bahkan chauvinisme. Cara mengatasi masalah tersebut ialah dengan
menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini.
Saran
Remaja
merupakan generasi muda penerus bangsa yang diharapkan mampu meneruskan
perjuangan para pahlawan dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Namun, apabila karakter itu luntur maka sangat disayangkan bagi perkembangan
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Remaja seharusnya memiliki karakter
yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan remaja berkarakter baik maka
perkembangan Pancasila berjalan dengan baik. Dengan demikian pula negara akan
berjalan dengan aman, tentram,nyaman dan damai. Bahkan apabila generasi muda
memiliki karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila bukan tidak
mungkin Indonesia akan menjadi negara maju.